<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Lintang Panjer Sore</title>
	<atom:link href="http://ardhani09.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ardhani09.wordpress.com</link>
	<description>sekedar media penyambung lamunan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 Nov 2011 08:22:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ardhani09.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Lintang Panjer Sore</title>
		<link>http://ardhani09.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ardhani09.wordpress.com/osd.xml" title="Lintang Panjer Sore" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ardhani09.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Sedikit Tentang Etika (1)</title>
		<link>http://ardhani09.wordpress.com/2011/09/14/sedikit-tentang-etika-1/</link>
		<comments>http://ardhani09.wordpress.com/2011/09/14/sedikit-tentang-etika-1/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Sep 2011 10:11:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ardhani09</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sisik Melik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardhani09.wordpress.com/?p=83</guid>
		<description><![CDATA[Dalam bahasa yang agak berat, etika didefinisikan sebagai cabang Aksiologi (Filsafat Nilai) yang pada pokoknya membicarakan masalah predikat-predikat nilai “benar” (right), dan “salah” (wrong) dalam arti “susila” (moral) dan “tidak susila” (immoral). Definisi yang lebih ringan dan gampang dicerna, etika sering juga disebut filsafat moral adalah upaya untuk mensistematisasikan pengetahuan tentang hakikat moralitas dan apa <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardhani09.wordpress.com&amp;blog=6195344&amp;post=83&amp;subd=ardhani09&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong><a href="http://ardhani09.files.wordpress.com/2011/09/ethics-sign1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-85" title="ethics-sign" src="http://ardhani09.files.wordpress.com/2011/09/ethics-sign1.jpg?w=300&#038;h=199" alt="" width="300" height="199" /></a></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam bahasa yang agak berat, etika didefinisikan sebagai cabang Aksiologi (Filsafat Nilai) yang pada pokoknya membicarakan masalah predikat-predikat nilai “benar” (<em>right</em>), dan “salah” (<em>wrong</em>) dalam arti “susila” (<em>moral</em>) dan “tidak susila” (<em>immoral</em>). Definisi yang lebih ringan dan gampang dicerna, etika sering juga disebut filsafat moral adalah upaya untuk mensistematisasikan pengetahuan tentang hakikat moralitas dan apa yang dituntut dari kita, meminjam kata-kata Sokrates, tentang “bagaimana seharusnya kita hidup” dan mengapa demikian.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Untuk apa kita perlu etika?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Thomas Hobbes mengemukakan empat fakta menarik tentang sifat dasar manusia,</p>
<p style="text-align:justify;">
<ol style="text-align:justify;">
<li>Pertama, ada fakta bahwa mereka <em>sama-sama mempunyai kebutuhan dasar</em>. Masing-masing kita membutuhkan hal-hal dasar yang sama supaya hidup (makanan, pakaian, perlindungan). Meskipun dalam sejumlah kebutuhan itu kita berbeda-beda, namun secara hakiki kita semua amat mirip.</li>
<li>Kedua, ada fakta <em>berkekurangan</em>. Kita tidak hidup dalam taman Firdaus, dimana mengalir sungai susu dan setiap pohon menyediakan buah yang banyak. Dunia itu keras, tempat yang tidak nyaman, dimana hal-hal yang kita butuhkan untuk bertahan hidup tidak ada secara berlebihan. Kita harus bekerja keras untuk menghasilkannya, bahkan lebih dari itu, sering yang ada tidak cukup untuk semua.</li>
<li>Jikalau tidak cukup barang-barang pokok untuk dibagi-bagi, siapakah yang boleh memperolehnya? Karena masing-masing dari kita ingin hidup, dan sedapat mungkin hidup yang berkecukupan, maka masing-masing orang akan menginginkan sebanyak mungkin yang bisa diperoleh. Tetapi dapatkan kita mengalahkan yang lain, yang juga menginginkan barang-barang yang langka itu?  Menurut Hobbes tidak, fakta ketiga <em>adalah kesamaan hakiki dari daya manusiawi</em>. Tak seorang pun lebih unggul dari yang lain, dalam kekuatan dan kecerdikannya, sampai ia dapat mengatasi yang lain terus menerus. Tentu saja beberapa orang lebih baik dan lebih kuat, tetapi bahkan yang terkuat pun dapat dihancurkan oleh beberapa orang lain yang bertindak secara bersama-sama.</li>
<li>Jikalau kita tidak dapat berhasil dengan kekuatan kita sendiri, harapan apakah yang dapat kita miliki? Dapatkah kita misalnya mengandalkan diri pada karitas atau kehendak baik dari orang lain untuk menolong kita? Kita tidak dapat. Fakta keempat adalah <em>altruisme terbatas</em>. Bahkan kalaupun orang tidak seluruhnya mementingkan dirinya sendiri, namun mereka sangat peduli mengenai diri sendiri, dan kita tidak bisa mengandaikan begitu saja bahwa ketika kepentingan vital kita bertabrakan dengan kepentingan vital mereka, mereka mau mengalah.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Dari fakta tersebut, kita akan selalu berada dalam semacam kompetisi dalam pemenuhan kebutuhan vital, (dewasa ini berkembang dalam semua aspek kehidupan manusia). Akibatnya menurut Hobbes, tercipta suatu “keadaan perang terus menerus”, antara satu dengan semua. <em>Homo Homini Lupus</em> (manusia adalah serigala bagi manusia yang lain). Untuk mencegah dan membatasi keadaan alamiah (<em>state of nature</em>) manusia tersebut, diperlukan seperangkat aturan, yang merancang bagaimana seharusnya orang saling memperlakukan satu sama lain, dan dapat diterima secara rasional demi keuntungan bersama.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Jadi, seperti apa etika itu?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Konsep sederhana dari etika adalah, setidak-tidaknya merupakan  usaha untuk membimbing tindakan seseorang dengan akal, yakni untuk melakukan apa yang paling baik menurut akal (sehat), seraya memberi bobot yang sama menyangkut kepentingan setiap individu yang akan terkena oleh tindakan itu.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Sumber:</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kattsoff, LouisO., 1996, <em>Pengantar Filsafat</em> ( judul asli <em>Elements</em><em> of Philosophy</em>, Penerjemah Soejono Soemargono, The Ronald Press Company, NewYork), Tiara Wacana Yogya, Yogyakarta</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Rachels, J., 2004, <em>Filsafat Moral</em> (judul asli <em>The Elements of Moral Philosophy</em>, McGraw-Hill Companies, Inc., New York), Penerbit Kanisius, Yogyakarta</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><a href="http://ardhani09.files.wordpress.com/2011/09/ethics-sign.jpg"><br />
</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ardhani09.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ardhani09.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ardhani09.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ardhani09.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ardhani09.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ardhani09.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ardhani09.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ardhani09.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ardhani09.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ardhani09.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ardhani09.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ardhani09.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ardhani09.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ardhani09.wordpress.com/83/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardhani09.wordpress.com&amp;blog=6195344&amp;post=83&amp;subd=ardhani09&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardhani09.wordpress.com/2011/09/14/sedikit-tentang-etika-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ardhani09</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ardhani09.files.wordpress.com/2011/09/ethics-sign1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">ethics-sign</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Napak tiLas cAndi JawA 2</title>
		<link>http://ardhani09.wordpress.com/2009/05/06/napak-tilas-candi-jawa-2/</link>
		<comments>http://ardhani09.wordpress.com/2009/05/06/napak-tilas-candi-jawa-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 May 2009 07:58:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ardhani09</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardhani09.wordpress.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[Mendut Candi Mendut adalah sebuah candi berlatar belakang agama Buddha. Candi ini terletak di desa Mendut, kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, beberapa kilometer dari candi Borobudur. Candi Mendut didirikan semasa pemerintahan Raja Indra dari dinasti Syailendra. Di dalam prasasti Karangtengah yang bertarikh 824 Masehi, disebutkan bahwa raja Indra telah membangun bangunan suci bernama veluvana <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardhani09.wordpress.com&amp;blog=6195344&amp;post=40&amp;subd=ardhani09&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Mendut</strong><strong></strong></p>
<p><strong><img class="alignleft size-medium wp-image-41" title="mendut" src="http://ardhani09.files.wordpress.com/2009/05/mendut.jpg?w=300&#038;h=199" alt="mendut" width="300" height="199" />Candi Mendut</strong> adalah sebuah candi berlatar belakang agama Buddha. Candi ini terletak di desa Mendut, kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, beberapa kilometer dari candi Borobudur. Candi Mendut didirikan semasa pemerintahan <span class="mw-redirect">Raja Indra</span> dari dinasti <span class="mw-redirect">Syailendra</span>. Di dalam prasasti Karangtengah yang bertarikh 824 Masehi, disebutkan bahwa raja Indra telah membangun bangunan suci bernama <em>veluvana</em> yang artinya adalah hutan bambu.</p>
<p>Hiasan yang terdapat pada candi Mendut berupa hiasan yang berselang-seling. Dihiasi dengan ukiran makhluk-makhluk kahyangan berupa bidadara dan bidadari, dua ekor kera dan seekor garuda. Pada kedua tepi tangga terdapat relief-relief cerita <span class="mw-redirect">Pancatantra</span> dan jataka. Dinding candi dihiasi relief Boddhisatwa di antaranya Awalokiteśwara, Maitreya, Wajrapāṇi dan Manjuśri. Pada dinding tubuh candi terdapat relief kalpataru, dua bidadari, Harītī (seorang <em><span class="new">yaksi</span></em> yang bertobat dan lalu mengikuti Buddha) dan Āţawaka. Di dalam induk candi terdapat arca Buddha besar berjumlah tiga: yaitu Dhyani Buddha Wairocana dengan sikap tangan (<em><span class="new">mudra</span></em>) <em>dharmacakramudra</em>. Di depan arca Buddha terdapat relief berbentuk roda dan diapit sepasang rusa, lambang Buddha. Di sebelah kiri terdapat arca Awalokiteśwara (Padmapāņi) dan sebelah kanan arca Wajrapāņi.</p>
<p><strong>Kalasan</strong></p>
<p><strong><img class="alignleft size-medium wp-image-42" title="kalasan" src="http://ardhani09.files.wordpress.com/2009/05/kalasan.jpg?w=300&#038;h=200" alt="kalasan" width="300" height="200" />Candi Kalasan</strong> atau <strong>Candi Tara</strong> dibangun sekitar akhir abad ke 8 M atau awal abad ke 9 M diatas bangunan candi kuno. Sebuah prasasti kuno yang dibuat pada tahun 778 M atas perintah Raka i Panangkaran dan ditemukan tidak jauh dari candi dan memberikan penjelasan bahwa candi dibangun untuk menghormati Bodhisattva wanita, Tara. Pada awalnya, hanya ditemukan satu candi pada situs yaitu candi Kalasan, tetapi setelah digali lebih dalam maka ditemukan lebih banyak lagi bangunan bangunan pendukung di sekitar candi. Candi ini memiliki tinggi 6 meter dan 52 stupa</p>
<p>Prasasti ini juga menyatakan bahwan candi ini dibuat oleh dua raja secara bersama-sama yaitu raja dari Wangsa Syailendra dan raja dari <span class="mw-redirect">Mataram Hindu</span> yang tidak diketahui namanya di zaman Wangsa Syailendra. Candi yang berada kira-kira 2 km di sebelah barat dari candi Prambanan, yaitu di sisi jalan raya antara <span class="mw-redirect">Yogyakarta</span> dan Solo ini dikategorikan sebagai candi umat Buddha. Meskipun belum diketahui dewa apa yang dijadikan simbol sebagai patung di ruang utama candi, tetapi patung ini mempunyai tinggi lebih dari 6 meter dan terbuat dari perunggu. Selain candi Kalasan dan bangunan &#8211; bangunan pendukung lainnya ada juga tiga buah candi kecil di luar bangunan candi utama, berbentuk stupa.</p>
<p><strong>Sukuh</strong></p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-43" title="sukuh" src="http://ardhani09.files.wordpress.com/2009/05/sukuh.jpg?w=300&#038;h=183" alt="sukuh" width="300" height="183" />Lokasi candi Sukuh terletak di lereng kaki Gunung Lawu pada ketinggian kurang lebih 1.186 meter di atas permukaan laut pada koordinat 07<sup>o</sup>37, 38’ 85’’ Lintang Selatan dan 111<sup>o</sup>07,. 52’65’’ Bujur Barat. Candi ini terletak di Dukuh <span class="mw-redirect">Berjo</span>, Desa <span class="new">Sukuh</span>, kecamatan Ngargoyoso, <span class="mw-redirect">Kabupaten Karanganyar</span>, Jawa Tengah. Candi ini berjarak kurang lebih 20 kilometer dari kota Karanganyar dan 36 kilometer dari Surakarta.</p>
<p>Bangunan candi Sukuh memberikan kesan kesederhanaan yang mencolok pada para pengunjung. Kesan yang didapatkan dari candi ini sungguh berbeda dengan yang didapatkan dari candi-candi besar di Jawa Tengah lainnya yaitu <span class="mw-redirect">Candi Borobudur</span> dan Candi Prambanan. Bentuk bangunan candi Sukuh cenderung mirip dengan peninggalan budaya Maya di Meksiko atau peninggalan budaya Inca di Peru. Struktur ini juga mengingatkan para pengunjung akan bentuk-bentuk <span class="mw-redirect">piramida</span> di Mesir.</p>
<p>&#8212;&gt;dari berbagai sumber</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ardhani09.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ardhani09.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ardhani09.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ardhani09.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ardhani09.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ardhani09.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ardhani09.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ardhani09.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ardhani09.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ardhani09.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ardhani09.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ardhani09.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ardhani09.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ardhani09.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardhani09.wordpress.com&amp;blog=6195344&amp;post=40&amp;subd=ardhani09&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardhani09.wordpress.com/2009/05/06/napak-tilas-candi-jawa-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ardhani09</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ardhani09.files.wordpress.com/2009/05/mendut.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">mendut</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ardhani09.files.wordpress.com/2009/05/kalasan.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">kalasan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ardhani09.files.wordpress.com/2009/05/sukuh.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">sukuh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Napak tilaS caNdi JAwa</title>
		<link>http://ardhani09.wordpress.com/2009/05/06/napak-tilas-candi-jawa/</link>
		<comments>http://ardhani09.wordpress.com/2009/05/06/napak-tilas-candi-jawa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 May 2009 07:41:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ardhani09</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardhani09.wordpress.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[Borobudur Borobudur adalah nama sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Lokasi candi adalah kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Banyak teori yang <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardhani09.wordpress.com&amp;blog=6195344&amp;post=31&amp;subd=ardhani09&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Borobudur</strong></p>
<p><strong><img class="alignleft size-medium wp-image-32" title="budur" src="http://ardhani09.files.wordpress.com/2009/05/budur.jpg?w=300&#038;h=199" alt="budur" width="300" height="199" />Borobudur</strong> adalah nama sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Lokasi candi adalah kurang lebih 100 km di sebelah barat daya <span class="mw-redirect">Semarang</span> dan 40 km di sebelah barat laut <span class="mw-redirect">Yogyakarta</span>. Candi ini didirikan oleh para penganut agama <span class="mw-redirect">Buddha Mahayana</span> sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa <span class="mw-redirect">Syailendra</span>.</p>
<table id="toc" class="toc" style="height:20px;" border="0" width="6" summary="Daftar isi">
<tbody>
<tr>
<td><span id="more-31"></span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Banyak teori yang berusaha menjelaskan nama candi ini. Salah satunya menyatakan bahwa nama ini kemungkinan berasal dari kata <em>Sambharabhudhara</em>, yaitu artinya &#8220;gunung&#8221; (<em>bhudara</em>) di mana di lereng-lerengnya terletak teras-teras. Selain itu terdapat beberapa etimologi rakyat lainnya. Misalkan kata <em>borobudur</em> berasal dari ucapan &#8220;para Buddha&#8221; yang karena pergeseran bunyi menjadi <em>borobudur</em>. Penjelasan lain ialah bahwa nama ini berasal dari dua kata &#8220;bara&#8221; dan &#8220;beduhur&#8221;. Kata <em>bara</em> konon berasal dari kata <em>vihara</em>, sementara ada pula penjelasan lain di mana <em>bara</em> berasal dari <span class="mw-redirect">bahasa Sansekerta</span> yang artinya kompleks candi atau biara dan <em>beduhur</em> artinya ialah &#8220;tinggi&#8221;, atau mengingatkan dalam bahasa Bali yang berarti &#8220;di atas&#8221;. Jadi maksudnya ialah sebuah biara atau asrama yang berada di tanah tinggi.</p>
<p>Sejarawan <span class="new">J.G. de Casparis</span> dalam disertasinya untuk mendapatkan gelar doktor pada 1950 berpendapat bahwa Borobudur adalah tempat pemujaan. Berdasarkan prasasti Karangtengah dan Kahulunan, Casparis memperkirakan, pendiri Borobudur adalah raja dari dinasti <span class="mw-redirect">Syailendra</span> bernama Samaratungga sekitar 824 M. Bangunan raksasa itu baru dapat diselesaikan pada masa putrinya, Ratu <span class="mw-redirect">Pramudawardhani</span>. Pembangunan Borobudur diperkirakan memakan waktu setengah abad.</p>
<p><strong>Prambanan</strong></p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-35" title="prambanan1" src="http://ardhani09.files.wordpress.com/2009/05/prambanan1.jpg?w=300&#038;h=199" alt="prambanan1" width="300" height="199" />Candi Prambanan adalah candi Hindu terbesar di Asia Tenggara, tinggi bangunan utama adalah 47m. Kompleks candi ini terdiri dari 8 kuil atau candi utama dan lebih daripada 250 candi kecil. Tiga candi utama disebut <em>Trisakti</em> dan dipersembahkan kepada sang hyang Trimurti: Batara Siwa <em>sang Penghancur</em>, Batara Wisnu <em>sang Pemelihara</em> dan Batara Brahma <em>sang Pencipta</em>. Candi Siwa di tengah-tengah, memuat empat ruangan, satu ruangan di setiap arah mata angin. Sementara yang pertama memuat sebuah arca Batara Siwa setinggi tiga meter, tiga lainnya mengandung arca-arca yang ukuran lebih kecil, yaitu arca Durga, sakti atau istri Batara Siwa, <span class="new">Agastya</span>, gurunya, dan Ganesa, putranya. Arca Durga juga disebut sebagai <em>Rara</em> atau <em>Lara/Loro Jongrang</em> (<em>dara langsing</em>) oleh penduduk setempat. Untuk lengkapnya bisa melihat di artikel Loro Jonggrang. Dua candi lainnya dipersembahkan kepada Batara Wisnu, yang menghadap ke arah utara dan satunya dipersembahkan kepada Batara Brahma, yang menghadap ke arah selatan. Selain itu ada beberapa candi kecil lainnya yang dipersembahkan kepada sang lembu Nandini, wahana Batara Siwa, sang Angsa, wahana Batara Brahma, dan sang Garuda, wahana Batara Wisnu. Lalu relief di sekeliling dua puluh tepi candi menggambarkan wiracarita Ramayana. Versi yang digambarkan di sini berbeda dengan Kakawin Ramayana Jawa Kuna, tetapi mirip dengan cerita Ramayana yang diturunkan melalui tradisi lisan. Selain itu kompleks candi ini dikelilingi oleh lebih dari 250 candi yang ukurannya berbeda-beda dan disebut <em><span class="new">perwara</span></em>. Di dalam kompleks candi Prambanan terdapat juga museum yang menyimpan benda sejarah, termasuk batu Lingga batara Siwa, sebagai lambang kesuburun.</p>
<p><strong>Boko</strong></p>
<p><strong><img class="alignleft size-medium wp-image-36" title="boko" src="http://ardhani09.files.wordpress.com/2009/05/boko.jpg?w=300&#038;h=200" alt="boko" width="300" height="200" />Ratu Boko</strong> adalah situs purbakala yang merupakan komplek sejumlah sisa bangunan yang berada kira-kira 3 km di sebelah selatan dari komplek Candi Prambanan, 18km sebelah timur Kota Yogyakarta atau 50km barat daya Kota Surakarta. Luas keseluruhan komplek adalah sekitar 25ha. Situs ini diperkirakan sudah dipergunakan orang pada abad ke-8 pada masa <span class="mw-redirect">Wangsa Sailendra</span> (Rakai Panangkaran) dari Kerajaan Medang (Mataram Hindu). Dilihat dari pola peletakan sisa-sisa bangunan, diduga kuat situs ini merupakan bekas keraton (istana raja). Nama &#8220;Ratu Boko&#8221; sendiri didasarkan dari legenda masyarakat setempat. Ratu Boko (harafiah berarti &#8220;raja bangau&#8221;) adalah ayah dari Loro Jonggrang (yang diberikan menjadi nama candi utama pada komplek Candi Prambanan).</p>
<p>Situs Ratu Boko pertama kali dilaporkan oleh Van Boeckholzt pada tahun 1790, yang menyatakan terdapat reruntuhan kepurbakalaan di atas bukit Ratu Boko. Bukit ini sendiri merupakan cabang dari sistem Pegunungan Sewu, yang membentang dari selatan <span class="mw-redirect">Yogyakarta</span> hingga daerah <span class="mw-redirect">Tulungagung</span>. Seratus tahun kemudian baru dilakukan penelitian yang dipimpin oleh FDK Bosch, yang dilaporkan dalam <em>Keraton van Ratoe Boko</em>. Dari sinilah disimpulkan bahwa reruntuhan itu merupakan sisa-sisa keraton. Prasasti yang dikeluarkan oleh Rakai Panangkaran (746-784M) menyebut suatu kawasan <span class="mw-redirect">wihara</span> di atas bukit yang dinamakan <em>Abhyagiri Wihara</em> (&#8220;wihara di bukit yang damai&#8221;). Tampaknya, komplek itu kemudian diubah menjadi keraton bagi raja bawahan (vazal) yang bernama Rakai Walaing Pu Kumbayoni. Di dalam kompleks ini terdapat bekas gapura, ruang <span class="new">Paseban</span>, kolam, Pendopo, <span class="new">Pringgitan</span>, <span class="new">keputren</span>, dan dua ceruk gua untuk bermeditasi.</p>
<p style="text-align:left;">&#8212;&gt; dari berbagai sumber.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ardhani09.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ardhani09.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ardhani09.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ardhani09.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ardhani09.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ardhani09.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ardhani09.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ardhani09.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ardhani09.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ardhani09.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ardhani09.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ardhani09.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ardhani09.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ardhani09.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardhani09.wordpress.com&amp;blog=6195344&amp;post=31&amp;subd=ardhani09&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardhani09.wordpress.com/2009/05/06/napak-tilas-candi-jawa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ardhani09</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ardhani09.files.wordpress.com/2009/05/budur.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">budur</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ardhani09.files.wordpress.com/2009/05/prambanan1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">prambanan1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ardhani09.files.wordpress.com/2009/05/boko.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">boko</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Desparato</title>
		<link>http://ardhani09.wordpress.com/2009/01/31/desparato/</link>
		<comments>http://ardhani09.wordpress.com/2009/01/31/desparato/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Jan 2009 14:33:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ardhani09</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardhani09.wordpress.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[Suara jangkrik itu membangunkan ku dari almunan ku Suara detak jam dinding itu menyadarkanku dari bayang lamunan ku Teriakan tokek di atap itu mengembalikan ingatanku pada relitas Bahwa aku disini, aku sendiri, aku sepi dan harapanku&#8230;mati<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardhani09.wordpress.com&amp;blog=6195344&amp;post=26&amp;subd=ardhani09&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suara jangkrik itu</p>
<p>membangunkan ku dari almunan ku</p>
<p>Suara detak jam dinding itu</p>
<p>menyadarkanku dari bayang lamunan ku</p>
<p>Teriakan tokek di atap itu</p>
<p>mengembalikan ingatanku pada relitas</p>
<p>Bahwa aku disini, aku sendiri, aku sepi</p>
<p>dan harapanku&#8230;mati.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ardhani09.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ardhani09.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ardhani09.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ardhani09.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ardhani09.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ardhani09.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ardhani09.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ardhani09.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ardhani09.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ardhani09.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ardhani09.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ardhani09.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ardhani09.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ardhani09.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardhani09.wordpress.com&amp;blog=6195344&amp;post=26&amp;subd=ardhani09&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardhani09.wordpress.com/2009/01/31/desparato/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ardhani09</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>isyarat kunang</title>
		<link>http://ardhani09.wordpress.com/2009/01/24/23/</link>
		<comments>http://ardhani09.wordpress.com/2009/01/24/23/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Jan 2009 07:48:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ardhani09</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardhani09.wordpress.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Isyarat sang kunang ditubuh kelam berkedip kecil menghadang sunyi mencoba memberi arti dalam diri tanpa tahu apa yang dia cari Ketika letih menghantui jiwanya sang kunang bergayut dibalik jari bunga merenungi arah perjalanan yang tak pasti mencari asa&#8230;mencari arti cahaya Ketika subuh menggulung malam bola cahaya menyilaukan mata sang kunang bertanya kepada kala masihkah cahayaku <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardhani09.wordpress.com&amp;blog=6195344&amp;post=23&amp;subd=ardhani09&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Isyarat sang kunang ditubuh kelam</p>
<p>berkedip kecil menghadang sunyi</p>
<p>mencoba memberi arti dalam diri</p>
<p>tanpa tahu apa yang dia cari</p>
<p style="text-align:right;">Ketika letih menghantui jiwanya</p>
<p style="text-align:right;">sang kunang bergayut dibalik jari bunga</p>
<p style="text-align:right;">merenungi arah perjalanan yang tak pasti</p>
<p style="text-align:right;">mencari asa&#8230;mencari arti cahaya</p>
<p style="text-align:left;">Ketika subuh menggulung malam</p>
<p style="text-align:left;">bola cahaya menyilaukan mata</p>
<p style="text-align:left;">sang kunang bertanya kepada kala</p>
<p style="text-align:left;">masihkah cahayaku berguna untukmu&#8230;.dunia.</p>
<p style="text-align:left;">(23012009)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ardhani09.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ardhani09.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ardhani09.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ardhani09.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ardhani09.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ardhani09.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ardhani09.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ardhani09.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ardhani09.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ardhani09.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ardhani09.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ardhani09.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ardhani09.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ardhani09.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardhani09.wordpress.com&amp;blog=6195344&amp;post=23&amp;subd=ardhani09&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardhani09.wordpress.com/2009/01/24/23/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ardhani09</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>waktu</title>
		<link>http://ardhani09.wordpress.com/2009/01/24/waktu/</link>
		<comments>http://ardhani09.wordpress.com/2009/01/24/waktu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Jan 2009 07:25:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ardhani09</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardhani09.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Disini ku berdiri terhampas sang kala merindu sabda alam menanti isyarat hati Ku tertelan kelamnya cahaya tertusuk tajamnya ilalang berduri Disini ku menanti hujan yang memeluk hati yang mengalirkan jiwa kemuara pagi Ditempat kau berdiri dengan senyum pelangi bagai hujan dipeluk cahaya, dibias sunyi (on 22 01 2009. kutulis dalam kerinduan dan kebimbangan)<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardhani09.wordpress.com&amp;blog=6195344&amp;post=17&amp;subd=ardhani09&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Disini ku berdiri terhampas sang kala</p>
<p>merindu sabda alam menanti isyarat hati</p>
<blockquote><p>Ku tertelan kelamnya cahaya</p></blockquote>
<blockquote><p>tertusuk tajamnya ilalang berduri</p></blockquote>
<p>Disini ku menanti hujan yang memeluk hati</p>
<p>yang mengalirkan jiwa kemuara pagi</p>
<blockquote><p>Ditempat kau berdiri dengan senyum pelangi</p></blockquote>
<blockquote><p>bagai hujan dipeluk cahaya, dibias sunyi</p></blockquote>
<p>(on 22 01 2009. kutulis dalam kerinduan dan kebimbangan)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ardhani09.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ardhani09.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ardhani09.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ardhani09.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ardhani09.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ardhani09.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ardhani09.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ardhani09.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ardhani09.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ardhani09.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ardhani09.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ardhani09.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ardhani09.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ardhani09.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardhani09.wordpress.com&amp;blog=6195344&amp;post=17&amp;subd=ardhani09&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardhani09.wordpress.com/2009/01/24/waktu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ardhani09</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dari kakek..</title>
		<link>http://ardhani09.wordpress.com/2009/01/21/dari-kakek/</link>
		<comments>http://ardhani09.wordpress.com/2009/01/21/dari-kakek/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Jan 2009 14:14:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ardhani09</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardhani09.wordpress.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[tulisan dari seorang teman: Kakek meletakkan surat kabar yang ia baca, kemudian menatapku melewati kaca mata plusnya yang tebal. &#8220;Apa itu cerdas?&#8221; tanyanya. &#8220;Pandai berpikir.&#8221; jawabku. Kakek mengangguk. &#8220;Lalu apa itu rajin?&#8221; &#8220;Suka bekerja.&#8221; jawabku lagi. &#8220;Kemarilah.&#8221; Ia melambaikan tangan agar aku duduk di sisinya. Aku mendekat dan duduk di kursi di sampingnya. Melihat dari <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardhani09.wordpress.com&amp;blog=6195344&amp;post=11&amp;subd=ardhani09&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>tulisan dari seorang teman:</p>
<blockquote><p>Kakek meletakkan surat kabar yang ia baca, kemudian menatapku melewati kaca mata plusnya yang tebal.      &#8220;Apa itu cerdas?&#8221; tanyanya.      &#8220;Pandai berpikir.&#8221; jawabku.      Kakek mengangguk. &#8220;Lalu apa itu rajin?&#8221;      &#8220;Suka bekerja.&#8221; jawabku lagi.      &#8220;Kemarilah.&#8221; Ia melambaikan tangan agar aku duduk di sisinya. Aku mendekat dan duduk di kursi di sampingnya. Melihat dari dekat wajah kakek yang diukir guratan usia tua, dibingkai sepasang mata teduh yang menyimpan selaksa kebijaksanaan.      &#8220;Nah, sekarang katakan, apa yang kau naiki kemarin waktu menuju ke rumah kakek?&#8221;      &#8220;Mobil.&#8221;      &#8220;Benar, mobil. Apa yang membuatnya bergerak?&#8221;      &#8220;Mm&#8230; Roda.&#8221;      &#8220;Apakah roda hanya dapat melaju lurus ke depan?&#8221;      Aku menggeleng. &#8220;Tidak, roda dapat berbelok-belok. &#8221;      &#8220;Mengapa demikian?&#8221;      &#8220;Karena ada kemudinya.&#8221; Jawabku lagi. Masih tak memahami apa hubungan semua ini dengan pertanyaanku tadi.      Kakek tersenyum.      &#8220;&#8216;Roda&#8217; adalah &#8216;rajin&#8217;, karena ia selalu bergerak. Itulah kewajibannya, pekerjaannya, tugas yang harus selalu ia lakukan. &#8216;Kemudi&#8217; adalah &#8216;cerdas&#8217;, karena ialah yang berpikir, menentukan kemana roda harus berbelok, ke kanan, atau ke kiri.&#8221;      &#8220;Berarti &#8216;cerdas&#8217; lebih hebat, karena tanpa kemudi, roda tak dapat mengerti kemana harus mengarahkan lajunya!&#8221; Aku berseru.      &#8220;Begitukah? Jika tak ada roda apakah ia akan tetap hebat? Apa jadinya kemudi tanpa roda, apakah mobil tetap dapat melaju?&#8221; Kakek bertanya.      &#8220;Berarti&#8230; &#8216;rajin&#8217; lebih hebat. Walaupun tanpa kemudi, ia masih dapat melaju.&#8221; sahutku ragu-ragu.      &#8220;Dan membiarkan mobilnya menabrak segala sesuatu, karena tidak mengikuti alur jalan yang berliku?&#8221;      Aku memandang kakek.      &#8220;Cucuku&#8230; Keduanya tidak akan menjadi hebat, bila berdiri sendiri-sendiri, terpisah, tanpa mau bergabung. Karena kehebatan itu hanya muncul bila mereka saling mendukung dan bekerja sama. Kemudi yang menentukan arahnya, dan roda yang melajukan mobil sesuai tugasnya.&#8221;      Kakek menatapku, &#8220;Kau tahu, apa yang membuat keduanya bekerja bersama?&#8221;      Aku menggeleng.      &#8220;Pengemudi mobilnya. Yang mengatur kemudi dan roda agar saling mendukung dan berjalan bersama. Bagaimana laju mobilmu, halus atau kasar, menabrak atau lancar, tergantung siapa yang duduk di tempat itu.&#8221; jawab Kakek.      &#8220;Ia adalah hatimu.&#8221; Telunjuknya terarah ke dadaku.      &#8220;Yang mengatur lajunya langkahmu. Dengannya kau memilih, apakah hanya menjadi cerdas, atau hanya menjadi rajin, atau memutuskan mendudukkan keduanya bersisian dan saling melengkapi satu sama lain.      Secerdas apapun seseorang, sebesar apapun idenya, tak akan berguna tanpa kerja keras yang mewujudkannya menjadi nyata.      Serajin apapun seseorang, bila itu dilakukan tanpa pemikiran, hasilnya hanya akan menjadi sia-sia.&#8221;      Kakek menatapku dengan bijak.      &#8220;Jadi, menurutmu, mana yang lebih hebat, menjadi cerdas atau menjadi rajin?&#8221;      &#8220;Menjadi keduanya.&#8221; Kataku mantap, dengan senyum lebar membalas senyumnya.</p></blockquote>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ardhani09.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ardhani09.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ardhani09.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ardhani09.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ardhani09.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ardhani09.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ardhani09.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ardhani09.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ardhani09.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ardhani09.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ardhani09.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ardhani09.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ardhani09.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ardhani09.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardhani09.wordpress.com&amp;blog=6195344&amp;post=11&amp;subd=ardhani09&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardhani09.wordpress.com/2009/01/21/dari-kakek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ardhani09</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>aku ingin</title>
		<link>http://ardhani09.wordpress.com/2009/01/16/aku-ingin/</link>
		<comments>http://ardhani09.wordpress.com/2009/01/16/aku-ingin/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Jan 2009 07:35:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ardhani09</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardhani09.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu.. Aku ingin mencintaimu denagn sederhana dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.. (sapardi djoko damono)<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardhani09.wordpress.com&amp;blog=6195344&amp;post=4&amp;subd=ardhani09&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Aku ingin mencintaimu dengan sederhana</p>
<p>dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api</p>
<p>yang menjadikannya abu..</p>
<p>Aku ingin mencintaimu denagn sederhana</p>
<p>dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan</p>
<p>yang menjadikannya tiada..</p>
<p>(sapardi djoko damono)</p></blockquote>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ardhani09.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ardhani09.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ardhani09.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ardhani09.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ardhani09.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ardhani09.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ardhani09.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ardhani09.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ardhani09.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ardhani09.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ardhani09.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ardhani09.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ardhani09.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ardhani09.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardhani09.wordpress.com&amp;blog=6195344&amp;post=4&amp;subd=ardhani09&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardhani09.wordpress.com/2009/01/16/aku-ingin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ardhani09</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
