Arsip untuk Januari, 2009
Suara jangkrik itu membangunkan ku dari almunan ku Suara detak jam dinding itu menyadarkanku dari bayang lamunan ku Teriakan tokek di atap itu mengembalikan ingatanku pada relitas Bahwa aku disini, aku sendiri, aku sepi dan harapanku…mati[ BACA LEBIH LANJUT ]
Isyarat sang kunang ditubuh kelam berkedip kecil menghadang sunyi mencoba memberi arti dalam diri tanpa tahu apa yang dia cari Ketika letih menghantui jiwanya sang kunang bergayut dibalik jari bunga merenungi arah perjalanan yang tak pasti mencari asa…mencari arti cahaya Ketika subuh menggulung malam bola cahaya menyilaukan mata sang kunang bertanya kepada kala masihkah cahayaku [ BACA LEBIH LANJUT ]
Disini ku berdiri terhampas sang kala merindu sabda alam menanti isyarat hati Ku tertelan kelamnya cahaya tertusuk tajamnya ilalang berduri Disini ku menanti hujan yang memeluk hati yang mengalirkan jiwa kemuara pagi Ditempat kau berdiri dengan senyum pelangi bagai hujan dipeluk cahaya, dibias sunyi (on 22 01 2009. kutulis dalam kerinduan dan kebimbangan)[ BACA LEBIH LANJUT ]
tulisan dari seorang teman: Kakek meletakkan surat kabar yang ia baca, kemudian menatapku melewati kaca mata plusnya yang tebal. “Apa itu cerdas?” tanyanya. “Pandai berpikir.” jawabku. Kakek mengangguk. “Lalu apa itu rajin?” “Suka bekerja.” jawabku lagi. “Kemarilah.” Ia melambaikan tangan agar aku duduk di sisinya. Aku mendekat dan duduk di kursi di sampingnya. Melihat dari [ BACA LEBIH LANJUT ]
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu.. Aku ingin mencintaimu denagn sederhana dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.. (sapardi djoko damono)[ BACA LEBIH LANJUT ]
Get every new post delivered to your Inbox.