Etika dan Etiket
Melanjutkan tulisan terdahulu tentang etika, satu lagi bahasan soal etika yang semoga bermanfaat. Sering kali kita mendengar atau bahkan menjadi pemahaman kita bahwa etika itu identik dengan tata krama, sopan santun, padahal makna etika sendiri jauh lebih dalam dari itu. Etika lebih dekat pada moral, sedangkan sopan santun lebih dekat pada etiket. Kedua istilah ini (etika dan etiket) masing-masing memiliki persamaan dan perbedaan. Mari kita mulai dari persamaannya dulu.
Paling tidak ada dua persamaan antara etika dan etiket. Pertama, etika dan etiket menyangkut perilaku manusia, istilah-istilah ini dan aplikasinya hanya mengenai manusia. Kedua, etika dan etiket mengatur perilaku manusia secara normatif, menyatakan apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan.
Ada empat perbedaan utama antara etika dan etiket,
- Pertama, etiket menyangkut cara yang paling tepat suatu perbuatan harus dilakukan manusia dalam suatu kalangan tertentu. Misalnya jika saya menyerahkan sesuatu kepada orang tua, saya harus menyerahkan dengan menggunakan tangan kanan. Dianggap melanggar etiket ketika saya menyerahkannya dengan tangan kiri. Etika tidak terbatas pada cara dilakukannya suatu perbuatan, etika memberi norma tentang perbuatan itu sendiri, menyangkut boleh atau tidaknya suatu perbuatan dilakukan. Misalnya, saya seorang calon pegawai menyerahkan sebuah amplop berisi uang suap kepada tim seleksi pegawai dengan menggunakan tangan kanan. Dari sudut pandang etiket cara saya menyerahkan sudah benar, tetapi dari etika perbuatan ini sangat tidak etis.
- Kedua, etiket hanya berlaku dalam pergaulan, bila tidak ada orang lain hadir maka etiket tidak berlaku. Misalnya makan, dianggap melanggar etiket bila saat makan bersama, saya mengangkat kaki ke kursi, atau bersendawa keras, atau bahkan kentut. Tetapi saat saya makan sendiri tidak melanggar etiket ketika saya makan dengan cara seperti itu. Etika tidak tergantung pada hadirnya orang atau tidak. Bila saya makan diwarung dengan cara yang sangat sopan, kemudian saya kabur tanpa membayar meskipun sang pemilik sedang tidak ada, maka saya berlaku tidak etis.
- Etiket bersifat relatif, yang dianggap tidak sopan dalam satu kebudayaan bisa saja dianggap sopan dalam kebudayaan lain. Misal cara berpakaian, saudara kita di pedalaman Papua dengan hanya memakai koteka sudah dianggap sopan dalam kebudayaannya, tetapi di Jawa ketika cara yang sama dilakukan dianggap tidak sopan. Etika jauh lebih absolut, dimanapun kebudayaannya, mencuri dan berbohong adalah perbuatan yang tidak etis.
- Berbicara etiket, kita hanya memandang manusia dari segi lahiriahnya saja, sedangkan etika menyangkut manusia dari dalam. Bisa saja orang dengan penampilan sangat sopan, dengan gaya bicara yang santun tetapi niatnya adalah menipu. Secara etiket (dari luar) penampilannya dibenarkan, tetapi secara etika niatnya (dari dalam) tidak etis.
Untuk memahami lebih jauh, silakan membaca sumber aslinya:
Bertens, K. 1993. Etika. Jakarta. Gramedia Pustaka Utama

Candi Mendut adalah sebuah candi berlatar belakang agama Buddha. Candi ini terletak di desa Mendut, kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, beberapa kilometer dari candi Borobudur. Candi Mendut didirikan semasa pemerintahan
Candi Kalasan atau Candi Tara dibangun sekitar akhir abad ke 8 M atau awal abad ke 9 M diatas bangunan candi kuno. Sebuah prasasti kuno yang dibuat pada tahun 778 M atas perintah Raka i Panangkaran dan ditemukan tidak jauh dari candi dan memberikan penjelasan bahwa candi dibangun untuk menghormati Bodhisattva wanita, Tara. Pada awalnya, hanya ditemukan satu candi pada situs yaitu candi Kalasan, tetapi setelah digali lebih dalam maka ditemukan lebih banyak lagi bangunan bangunan pendukung di sekitar candi. Candi ini memiliki tinggi 6 meter dan 52 stupa
Lokasi candi Sukuh terletak di lereng kaki Gunung Lawu pada ketinggian kurang lebih 1.186 meter di atas permukaan laut pada koordinat 07o37, 38’ 85’’ Lintang Selatan dan 111o07,. 52’65’’ Bujur Barat. Candi ini terletak di Dukuh
Borobudur adalah nama sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Lokasi candi adalah kurang lebih 100 km di sebelah barat daya